NTB menargetkan mendulang sepuluh medali emas di PON 2012 di Riau. Target itu bukanlah mimpi. Jika PON diselenggarakan tahun ini, maka target emas itu bahkan sudah bisa dicapai. Ah, benarkah?

Dari podium, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, H MNS Kasdiono, pidato bersemangat. Ia fasih betul bicara soal pengembangan olahraga NTB, berikut capaian-capaiannya. Tak selembar pun contekan ia bawa.
Selasa, 20 September pekan lalu, Keluarga Besar KONI NTB, menggelar halal bihalal keluarga besar KONI NTB di Gedung Sangkareang, kompleks Kantor Gubernur.
Halal Bihalal itu dihadiri oleh Gubernur NTB HM Zainul Majdi dan juga Sekretaris Derah NTB, H Muhammad Nur, berserta seluruh pengurus daerah cabang olahraga di NTB dan juga para atlet.
Pidato Kasdiono menuai pujian. ‘’Pidato Pak Ketua KONI sudah seperti pidato pejabat saja. Sudah cocok jadi pejabat itu. Sudah pakai menghimbau-menghimbau. Biasanya kan yang begitu pejabat,’’ ujar Gubernur mengomentari pidato yang bersemangat itu.
Banyak hal memang yang disampaikan Kasdiono dalam laporannya. Ia antara lain meminta atlet dan pengurus cabang olahraga untuk terus bekerja keras, latihan dan latihan. ‘’Saya minta jangan lengah, kita jangan terlena, takabbur, perjalanan kita masih panjang,’’ kata Kasdiono.
Saat hahal bihalal itu digelar, NTB tengah menghitung mundur, untuk keterlibatan atlet-atlet NTB di ajang multi event olahraga tertinggi di Indonesia yakni PON XVIII tahun 2012. Provinsi Riau menjadi tuan rumah pagelaran besar itu. Rencananya PON XVIII akan dihelat pada September tahun depan.
Tentu saja, lolosnya atlet-atlet terbaik NTB di ajang bergengsi nasional itu, bukan untuk sekadar menjadi penggembira, lebih-lebih menjadi pelengkap. Para atlet NTB itu datang untuk mengharumkan nama NTB. Mengangkat nama NTB ke panggung provinsi elit olahraga di Indonesia.
Karena itu, pada PON XVIII itu, NTB pasang target. Setidaknya NTB harus mendulang sepuluh medali emas. ‘’Dan sekarang kita sedang dalam proses ikhtiar untuk mencapai target itu,’’ kata Kasdiono.
Peta mencapai target itu telah dibuat. KONI NTB telah membuat tahapan, sehingga target itu menjadi realistis. Toh meski begitu, kata Kasdiono banyak juga suara miring, yang meragukan NTB mampu meraih target itu.
Bagi mereka yang ragu, target itu terlalu prestisius. Sejarah NTB dalam pagelaran olahraga empat tahunan ini memang selalu mampu mendulang emas. Dalam pagelaran PON sebelumnya tahun 2008 di Kalimantan Timur, NTB meraih lima medali emas.
‘’KONI saat ini memang sedang berikhtiar agar target 10 emas di PON XVIII di Riau pada tahun 2012 bisa tercapai. Bagi sebagian orang, target itu barangkali adalah mimpi. Tapi bagi kami tidak. Target itu bukan mimpi, asal kami terus bekerja sama, bekerja keras, berkikhtiar, Insya Allah, ma’unah Allah akan datang,’’ kata Kasdiono, yakin.
Bahkan, Kasdiono mengatakan, andaikan PON itu diselenggarakan tahun ini, maka sudah pasti target 10 emas itu akan tercapai. Ia merujuk pada hasil kejuaraan nasional atletik belum lama ini dimana atlet NTB mendulang sembilan medali emas. Satu medali emas lain diperoleh atlet voli pasir NTB dalam kejuaraan nasional serupa.
Tentu saja, NTB tidak berleha-leha untuk mencapai target itu. NTB kata Kasdiono menggembleng atlet melalui Program Prima yang dimulai sejak Pra PON dan dipastikan berlanjut hingga PON diselenggarakan 2012 nanti.
Itu sebabnya, target mendulang tidak hanya dari dua cabang yang meraih medali emas di kejuaraan nasional di Jakarta belum lama ini. Setidaknya NTB memiliki enam cabang olahraga unggulan.
‘’Saya mengingatkan agar enam cabang olahraga unggulan untuk lebih fokus sehingga berkontribusi pada pencapaian target itu,’’ katanya. Enam cabang olahraga unggulan NTB itu adalah pencak silat, atletik, tinju, tarung derajat, kempo dan voli pasir.
Untuk saat ini, sudah ada ada atlet dari tujuh cabang olahraga yang telah lolos PON XVIII di Riau. Selain enam cabang olahraga unggulan, tim sepak bola NTB juga lolos kualifikasi.
Khusus terkait tim sepakbola ini, Kasdiono mengatakan, ini baru pertama kali NTB meloloskan tim sepakbola di PON. ‘’Ini adalah sejarah. NTB selama ini belum pernah meloloskan cabang Sepak Bola dalam PON,’’ kata Kasdino.
Sejarah sepak bola NTB memang menjadi kian membanggakan, sebab cabang sepak bola menjadi cabang yang paling dibatasi di PON. Kasdiono mengatakan, kuota tim sepak bola di PON hanya 12 provinsi. Kuota itu harus direbut 33 provinsi di Indonesia melalui babak kualifikasi, untuk meraih 11 tempat, karena satu tempat otomatis menjadi milik tuan rumah.
Dalam pertandingan terakhirnya, tim sepakbola NTB menyingkirkan tim sepak bola Bali, yang selama ini memiliki tradisi lolos dalam pagelaran PON. Di GOR Turide, NTB bermain imbang 2 – 2 dengan Bali setelah bermain dalam perpanjangan waktu. NTB lalu menghempaskan Bali dalam babak adu pinalti.
Kiper utama NTB, Rae Sanjaya dalam babak adu pinalti itu tampil gemilang, dengan dua kali memblok tendangan penalti para pemain Bali, yang akhirnya mengantarkan NTB mengukir sejarah lolos ke PON untuk kali pertama.
‘’Alhamdulillah kami lolos, kami buktikan kalau hasil kerja keras seluruh tim dan pendukung berjalan sesuai harapan,’’ kata Syamsul Luthfi, Ketua PSSI NTB saat pertandingan itu.
Bukan hanya Luthfi yang girang bukan kepalang. Pelatih Gusnul Yakin, yang notabene masih baru menangani NTB pun senang bukan main. ‘’Kami sudah berusaha maksimal, di pertandingan itu pun bisa dilihat, kami lebih meguasai pertandingan, dan hasilnya bisa dilihat sendiri. Bali sebenarnya tim yang bagus, mereka punya team work yang luar biasa, fighting spiritnya patut kita contoh, namun ini pertandingan, dan pemenangnya hanyalah satu, terima kasih dukungannya selama ini,’’ kata Gusnul.
Menurut Kasdiono, lolosnya tim sepak bola NTB ke PON, di satu sisi memang akan membengkakkan anggaran untuk tim NTB di pagelaran PON. Namun duit bagi Kasdiono adalah soal lain yang memiliki jalan keluar sendiri. Sejarah dan kebanggaan NTB di kancah nasional itu adalah hal yang tak akan tergantikan.
Hingga saat ini sejumlah atlet NTB masih akan mengikuti kualitikasi PON, diantaranya kualifikasi tinju yang akan diselengarakan dalam Kejuaraan Nasional awal Oktober mendatang di Mataram.
Gubernur NTB, HM Zainul Majdi menegaskan juga, target 10 medali emas di PON itu juga bukanlah mimpi. Bagi Gubernur, 10 emas di PON itu adalah visi NTB.
‘’Itu bukan mimpi. Kalau mimpi, ketika kita bangun maka itu akan hilang. Itu adalah visi NTB. Itu adalah feature projection. Visi itu akan selalu ada menyertai kita, hingga kita mampu meraihnya,’’ kata Gubernur.
Melihat antusiasme jajaran pengurus KONI NTB, dan juga prestasi atlet NTB di kancah nasional, Gubernur yakin, target itu akan mampu dicapai. Bahkan ia menyarankan agar KONI memperbarui target itu. ‘’Bagaimana kalau target itu kita tambah,’’ katanya.
Menurut Gubernur, beberapa pilar yang akan mampu mendongkrak prestasi atlet-atlet NTB baik dikancah nasional maupun internasional. Pilar itu adalah manajemen jajaran pengurus KONI NTB. ‘’Manajemen ini berbanding lurus dengan prestasi atlet,’’ katanya.
Pilar lain adalah atletnya sendiri, lalu masyarakat NTB dan juga jajaran pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kusmayadi